KEGIATAN PB KELAS H CIAMIS

Kepada rekan-rekan, laporan kegiatannya selama PB cukup panjang, jadi kalau saya upload ke WA tidak muat. maka saya Upload di sini saja.laporan ini sampai tanggal 31-10-2016.

unduh di sini!

 

pengayaan ke 2 kelas 12 smk

PENGAYAAN KE 2 KELAS 12
1. Banyak diagonal ruang prisma segi 50 adalah…….
a. 2500 b. 2350 c. 2530 d. 2451
2. Jika sin A = 0,4 , maka cos A = ……….
a. √21/2 b. √21/4 c. √21/5 d. √21/10
3. Nilai sin 300 = …..
a. – √3/2 b. – 0,5 c. 0,5 d. √2/2 e. √3/2
4. Segitiga ABC, panjang AB = 6 cm, sudut ABC = 60o , sudut ACB = 30o , maka panjang sisi AC = …..
a. 6√2 cm b. 6√3 cm c. 9 cm d. 9√2 cm e. 12 cm
5. Segitiga ABC, panjang garis AB = 3 cm, panjang baris BC = 4 cm, besar sudut ABC = 60o, maka panjang sisi AC = ……….
a. √7 cm b. √8 cm c. √10 cm d. √11 cm e. √13 cm
6. Segitiga ABC, panjang garis AB = 3 cm, panjang baris BC = 4 cm, besar sudut ABC = 60o, maka maka luas segitiga ABC = ……….
b. 2√3 cm b. 3√2 cm c. 3√3 cm d.4 √3 cm e. 5√3 cm
7. Suatu titik A( 3, -5) dittranslasikan ke ( 5, 2) menjadi ….
a. (8,3) b. ( 8, -7) c. ( 8, -3) d. (8, 7) e. ( -2, -3)
8. Suatu titik A( 3, -5) direfleksikan ke sumbu x menjadi ….
a. (3,5) b. (-3,5) c. (3,-5) d.(-3,-5) e.( 5,3)

9. Suatu titik A( 1, -5) direfleksikan ke garis x = 6 menjadi ….
a. (8, -5) b. ( 11, -5) c. (7, -5) d. ( 13, -5)
10. Suatu titik A( 3, -5) dirotasikan 90o dengan pusat rotasi O(0,0) menjadi ….
a. (-5,3) b. (3,5) c. ( 5,3) d. ( – 5, -3)
11. Suatu titik A( 3, -5) didilatasikan dengan pusat O dan factor skala 2 menjadi …
a. ( 5, -3) b. (5, -10) c. ( 1, -4) d. ( 2,7)
12. Bola jatuh ke lantai dari ketinggian 12 meter, lalu memantul setinggi 9 meter, lalu jatuh dan memantul kembali setinggi 6,75 meter dan seterusnya sampai bola berhenti. Berapakah panjang lintasan seluruhnya yang dilalui bola ?
a. 84 meter b. 48 meter c. 21 meter d. 20 meter

TUGAS MATEMATIKA 18-1-2015

                              LKS NO. 7.3 UNTUK 11 RPL SMKN 1 CIAMIS

STATISTIKA SUB BAB: UKURAN PENYEBARAN
Apabila kita mendengar rata-rata maka secara otomatis pikiran kita membayangkan sederetan data disekitar rata-rata tersebut. Ada yang sama dengan rata-rata, ada yang kurang dari dan ada yang lebih dari rata-rata. Dengan perkataan lain ada variasi dari nilai-nilai tersebut, baik terhadap rata-rata maupun terhadap nilai lainnya. Apabila sederetan data itu sama satu dengan yang lainnya, maka data tersebut disebut data yang homogen (tidak bervariasi). Apabila perbedaaan satu dengan lainnya sangat besar, maka dikatakan data tersebut sangat heterogen (sangat bervariasi) atau dikatakan penyebaran data tersebut sangat besar atau sangat variatif. Ada beberapa ukuran penyebaran (dispersi), yaitu jangkauan (range), simpangan kuartil, simpangan rata-rata, simpangan baku, dan variansi, nilai standar (Z-scor), Koefisien variansi.
Untuk data Tunggal
1. Jangkauan = data terbesar – data terkecil
2. Simpangan = selisih suatu data dengan rata-rata
3. Simpangan rata-rata = 1/n ( ∑I xi – x ̅ I ) ; n = banyak data , xi = nilai data x ̅ = rata-rata
4. Simpangan baku (S) = √( 1/n (∑ I xi – x ̅ I ))^2 ; n = banyak data , xi = nilai data x ̅ = rata-rata
5. Variansi = S2. Dengan S = simpangan baku
6. Nilai standar( angka baku/Z scor) : Z = (xi- x ̅)/S , xi = nilai suatu data
7. Koefisien variasi ( KV) = S/x ̅ . 100%
8. Jangkauan Quartil = Q3 – Q1
9.Simpangan Quartil = ½ ( Q3 – Q1)
10. Jangkawan persentil = P 90 – P 10
Untuk data terkelompok:
1. Jangkauan = tepi atas kelas terakhir – tepi bawah kelas pertama
2. Simpangan rata-rata = 1/(∑f) ( ∑f. I xi – x ̅ I ) ; n = banyak data , xi = nilai tengah suatu kelas , x ̅ = rata-rata , f = frekwensi.
3. Simpangan baku (S) = √( 1/(∑f) (∑〖f.〗 I xi – x ̅ I ))^2 ; n = banyak data , xi = nilai data x ̅ = rata-rata
4. Simpangan baku disebut juga standar deviasi
5. Variansi = S2. Dengan S = simpangan baku
6. Nilai standar( angka baku/Z scor) : Z = (xi- x ̅)/S , xi = nilai suatu data
7. Koefisien variasi ( KV) = S/x ̅ . 100%
8. Jangkauan Quartil = Q3 – Q1
9. Simpangan Quartil = ½ ( Q3 – Q1)

Contoh(1)
Untuk data tunggal :
Data : 3, 4, 6, 8, 9, 12
a. Jangkauan = 12 – 3 = 9
b. Rata-rata = 1/6 ( 3 +4 + 6 + 8 + 9 + 12) =42/6 = 7
c. Simpangan rata-rata = 1/6 ( [3-7]+[4-7]+[6-7]+ [8-7]+[9-7]+[12-7]) = 1/6 ([4+3+1+1+2+5) = 16/6 = 2,7
d. Simpangan Baku (S) =√1/6 ( 4^ 2 + 3^2 + 1^2 + 1^2+2^2+5^2) =√1/6 (16+9+1+1+4+25)=√1/6(56)=√9,3 =3,05
e. Varians = S2 = 9,3
f. Angka baku untuk data 3 = (3-7)/3,05 = -4/3,05 =…..
g. Koefisien variasi = 3,05/7 x 100% = ………
Latihan :
Tentukan jangkauan, rata-rata, simpangan rata-rata, simpangan baku, varians, angka baku data terkecil, koefisien variasi untuk data
1. Data : 2, 3, 3, 4, 8
2. Data 45,50,50,65

menentukan garis singgung kurva dengan turunan

MENENTUKAN PERSAMAAN GARIS SINGGUNG PADA KURVA
Hal yang harus diingat : turunan dy/dx atau f’(x)= gradient =m
Maka gradient suatu garis singgung pada kurva di titik (a,b) adalah m = f’(a)
Dan persamaan garis melalui titik (a,b) dan gradiennya m adalah y – b = m( x – a )
Contoh (1):
Tentukan garis singgung pada kurva y = x2 – 4x + 3 di titik ( 5 , 8 )
Jawab : gradient m = dy/dx = 2x – 4 di titik ( 5,8) maka: m = f’(5) = 2.5 – 4 = 10 – 4 = 6
Maka pers. Garis melalui ( 5,8) dan m = 6 adalah :
Y – b = m( x – a )
Y – 8 = 6 ( x – 5 ) maka : y – 8 = 6x – 30 , maka : y = 6x – 30 + 8 , maka : y = 6x – 22
Jadi garis singgung di titik ( 5 , 8 ) adalah y = 6x – 22
Contoh (2) :
Tentukan garis singgung kurva y = 2×3 – 6 x + 2 di titik ( 1, – 2 )
Jawab : gradient m = dy/dx = ………… di titik ( , ) maka: m = f’(…….) = ……….. = ………………
Maka pers. Garis melalui ( …,…..) dan m = ……… adalah :
Y – b = m( x – a )
Y – …… = ……( x – ……… ) maka : ………………
Jadi garis singgung ……………………….
Latihan soal :
1. Tentukan persamaan garis singgung kurva y = x2 – 5 x – 14 di titik ( 1, – 18 )
2. Tentukan persamaan garis singgung kurva f(x) = x 3 – 9x + 5 di titik ( 2 , – 5 )
3. Tentukan pers. garis singgung kurva y = x2 + 3x – 10 yang sejajar dengan garis y = 2x +5
4. Tentukan pers. Garis singgung kurva y = 3×2 – 9 yang tegak lurus dengan garis y = – 2x + 1

PILKADA

Perlu dikaji, apakah PILKADA efektif ?, bisa dilihat ternyata banyak mudaratnya. Bentrokan dimana-mana. Sehingga cara pemilihan langsung cukuplah presiden saja, sementara dibawahnya dipilih oleh wakil kita, atau ditambah oleh para wakil tiap desa mungkin

Matematika IKIP yogya 1986-1992

Gambar

Statistika membingungkan siswa

Statistika adalah bagian dari matematika yang membahas tentang pengumpulan, pengolahan, penyajian , analisa dan penafsiran data.
Dalam pelajaran statistika SMA ada yang membingungkan siswa, yaitu :
1. Penentuan jangkauan
2. Penentuan Kuartil
3. Penentuan banyaknya kelas interval

Jangkauan dalam data terkelompok adalah sebagai berikut :
1. Nilai tengah kelas terbesar – Nilai tengah kelas terkecil
atau

2. Tepi atas kelas terbesar – tepi bawah kelas terkecil

jelas :hasilnya berbeda.
Penentuan Kuartil :
1. q1 aadalah mediannya bagian bawah data dan q3 adalah medianya bagian atas data
atau
2. Qi=data ke i(n+1)/4
Jelas : hasilnya berbeda.
Penentuan banyaknya keals interval:
1. Sesuai kebutuhan
atau
2. Rumus Struggess : = 1+3,3 log n

Saya sebagai guru cuma berusaha menjelaskan kepada siswa bahwa hasil dari ukuran statistika aadalah pendekatan, tetapi tetap saja para siswa kurang puas, maka alangkah baiknya kepada penyusun buku panduan agar membuat atu formula saja.
terimakasih.

mengajar 24 jam/minggu

Sebenarnya terbitnya aturan ini ada yang diuntungkan, ada juga yang dirugikan. Tapi mungkin lebih baik , bagaimana semiinimal mungkin efek negatifnya.
efek positif dan negatif:

1, Mengefektifkan guru
2. bagi pebisnis, minta ngajar 4jam/hari, jam 10.00 sudah beres langsung ke pasar dagang. enak dong. Tapi bagi siswa , ” siapakah yang akan memonitor siswa yang mempunyai lepribadian khusus?”
3. Guru yang kurang mengajarnya, akan mencari sekolah lain. inijelas akan merugikan guru itu ( karena harus menjadi guru terbang), dan siswa juga dirugikan , karena tak ada waktu lagi untuk membimbing siswa.
3. Suasana sekolah kurang kondusif, jika da guru yang “terampas” jamnya, kecewa. kahirnya

Mudik

Mudik , mungkin kata dasarnya “Udik”., berarti orang desa. Mudik artinya pulangnya orang dari deesa dengan membawa ciri keberhasilan dari kota.
Duliu di desa identik dengan kemiskinan, kekumuhan. TApi nnitu mungkin tahun 70 an, tapi kini berbeda, justru orang deesa pun lebih makmur, rumah yang besar , fasilitas sama dedngan orang kota. mungkin malah sebaliknya, di kota kini banyak yang tinggal di rumah konyrtrakan yang sempit dan kuymuh, tetapi di dedsa tinggal dirumah yang besar dan nyaman.
Saya sendiri tak tahu kata mudik , karena tinggal di desa, cuma berceerita dengan yang mudik bagaimana kehidupan di kota. Mudik bagi saya mungkin ketika kuliah dulu.

Yogya

Yogya, dulu lekat dengan julukan kota sepeda. Karena tahun 80-an , dijalanan yogya mayoritass sepeda. Kini 2010, berubah 180 derjat, jalana macet,
Yogya selalu menyimpan 1000 cerita, dari cerita kerajaan, cerita gempa, tssunami, kemudian cerita merapi.

« Older entries